KATEGORI POSTINGAN

Sabtu, 27 Februari 2016

KISAH KANTONG KRESEK INDOMARET

⚡Orang Ini Tak Mau Bayar Kantong Keresek di Indomaret Rp 200 Karena Menganggap itu adalah Kedzaliman Pemerintah!!⚡


πŸ•Š Nitizen bernama Joko Prasetyo menolak membayar kantong plastik yang sudah ditetapkan pemerintah sebesar Rp 200,-. Pengalamannya belanja di Indomaret ini di upload ke facebook lantaran menganggap keputusan pemerintah mengharuskan masyarakat membayar kantong plastik merupakan suatu kedzaliman.

Dalam laman facebooknya ia menceritakan biasanya ia menunggu di motor saat mengantar istrinya belanja, namun kali ini ia ikut masuk ke kassa dan menolak membayar kantong plastik. Ia juga mengajak orang orang untuk melawan kedzaliman pemerintah ini meski hanya menolak membayar kantong keresek.

Ayo Lawan Kedzaliman Penguasa Meski Hanya Dengan Menolak Bayar Kantong Keresek 200 Perak 

Saya biasanya menunggu di motor, tapi barusan setelah menunggu satu menit, lalu menyusul istri masuk ke Indomart.

“Saya tidak mau bayar yang Rp 200 untuk kantong kereseknya Mbak!” ujar saya begitu membaca pengumuman di kassa sejak Ahad 21 Pebruari pembeli yang memakai kantok plastik dari Indomart diharuskan membayar Rp 200 untuk mengurangi sampah plastik.

“Itu sudah aturan dari pemerintahnya Pak...” ujar pelayan Indomart di kassa. “Justru itu, saya tidak mau... pemerintah dzalim!” tegas saya.

“Lihat,” ujar saya sembari menenteng sabun cair pencuci piring Sunlight yang saya sabet dari rak pajangan, “plastiknya tebal, butuh waktu ratusan tahun bagi tanah untuk mengurainya! Tapi mengapa kita malah harus bayar kantong keresek yang mudah diurai?”

Pembeli yang di kassa melihat saya sambil senyum, pelayan Indomart yang laki-laki menghampiri dan mendampingi pelayan perempuan. Pelayanan lainnya sambil mengelap kaca memandang ke kassa.

Mendengar saya berbicara dengan nada tinggi (nada tinggi itu versi istri ya, versi saya itu biasa saja, hee.. he..) di kassa, istri langsung menghampiri. Saya lalu merebut minyak goreng yang berbungkus plastik tebal yang dipegang istri, Sovia.

“Ini juga butuh ratusan tahun! Tapi kenapa kita yang malah disuruh mengurangi penggunaan kantong plastik! Bukannya perusahaan-perusahaan itu yang dilarang menggunakan kemasan plastik? Di kantong plastik Indomart kan ada tulisan go green, pertanda mudah diurai, mengapa penggunaannya harus dikurangi dengan harus membayar Rp 200


bila tetap ingin memakainya tetapi... lihat, itu... Coca Cola, botolnya dari plastik, butuh waktu ratusan tahun untuk diurai!”

Lalu saya memegang mie instant Indomie yang disodorkan pembeli lain ke kassa yang hanya senyum-senyum saja melihat saya, “ini juga plastik, butuh waktu yang jauh lebih lama untuk diurai daripada kantong keresek go green!”

“Tapi ini sudah aturannya ya Pak,” ujar pelayan laki-laki.

“Justru itu, Mas lapor ke atasan Mas, saya tidak mau bayar, bukan saya tidak mampu, tapi saya tidak mau menaati kebijakan pemerintah yang dzalim itu! Kalau tetap harus bayar 200 saya tidak jadi belanjanya. Biar Indomart lapor juga ke pemerintah, rakyat tidak mau didzalimi terus!” tegas saya.

“Kalau berbicara lingkungan,” lanjut saya, “Mengapa lima anak perusahaan Sinar Mas yang membakar hutan dibiarkan? Mengapa perusahaan-perusahaan minyak, minuman, sabun, dibiarkan menggunakan plastik tebal? Kenapa kita, rakyat ini, mau pakai plastik go green saja harus bayar Rp 200? Apa karena mereka yang membiayai kampanye pemilunya? pungkasnya
Intinya, ini akal-akalan "pemerentah" saja untuk meraup keuntungan lebih.

200 perak terlihat ndak ada artinya yah, coba saja di kalikan total penduduk indonesia per 2015 yang jumlahnya lebih dari 250.000.000 jiwa. 200×250.000.000= 50 milyar rupiah.

Katakanlah yang belanja di minimarket dan mall2 perharinya adalah seperempat dari total jumlah tsb 50.000.000.000:4= 12.500.000.000 per hari hanya dari kantong keresek.

Berapa kantong keresek yg anda butuhkan setiap kali belanja? 2,3 atau 4? Kalikan saja sendiri harganya dgn total perkiraan penduduk yg belanja.

Itu perhari, berapa rupiah perbulan? 375 milyar hanya dari uang keresek senilai 200 perak itupun dgn asumsi bahwa yg belanja di mini/supermarket hanya seperempat penduduk indonesia. Dan hanya menggunakan 1 buah kantong keresek.

Bawa saja keranjang dari rumah?! Bapak2 mana, anak muda mana yg rela nenteng2 keranjang masuk mall atau minimarket?! Seumur hidup saya belum pernah lihat om-om necis nenteng keranjang.

Luar biasa sekali "pemerentah" kita ini. Sangat peduli rupanya dgn GO GREEN☺



MAU BERBISNIS DENGAN INCOME HINGGA 5 JUTA / BULAN??? ATAU PENGOBATAN HERBAL HALAL BERDASARKAN TIBBUN NABAWI???

KLIK DI SINI

BACA: apa itu HPAI..??


CARI DAN DOWNLOAD FULL MOVIE

BACA ARTIKEL POPULER LENGKAP

Tidak ada komentar:

Posting Komentar